TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG ‑ Tak saja kalangan pelaku pariwisata yang cemas dengan rencana pembangunan Dolphin Island. PT Pelindo II selaku pengelola Pelabuhan Tanjungpandan juga khawatir. Mereka terkejut setelah melihat peta kegiatan proyek yang beredar di masyarakat saat diterbitkan Pos Belitung, Edisi Kamis (30/12).
General Manager (GM) PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan, Moh Iqbal menyatakan kekagetannya melihat peta kegiatan proyek pembangunan Dolphin Island.
Menurut dia peta rencana lokasi kegiatan itu masuk dalam alur pelayaran. Mereka khawatir kegiatan pengerukan di lokasi itu akan berdampak pada perubahan topografi dasar laut yang tidak bisa dibayangkan. Perubahan itu sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi alur yang sudah ada selama ini.
“Kalau dilihat dari peta yang ada di koran, alur kita itu sudah kena dan itu akan mengganggu lalu lintas kapal di pelabuhan,” kata Iqbal kepada Grup Bangka Pos, Kamis (30/12).
Ia menuturkan selama ini pihaknya menahan diri untuk mengomentari rencana pembangunan Dolphin Island karena belum memiliki data otentik soal rencana proyek Dolphin Island.
Hingga saat ini PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan belum pernah diajak bicara oleh pemda Kabupaten Belitung terkait rencana proyek dolphin island. Sedangkan informasi yang mereka dapat selama ini hanya bersumber dari pemberintaan media massa saja.
